Sabtu, 23 Oktober 2010

TNI Akui Aniaya Warga Papua

Berita Kota Nasional

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiba-tiba menggelar pertemuan mendadak dengan jajarannya guna membahas kasus kekerasan militer di Papua, seperti dilansir laman YouTube. Kekerasan itu ternyata dilakukan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).
PERTEMUAN di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (22/10), itu diikuti Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, dan Menlu Marty Natalegawa.
Dalam keterangan persnya, TNI mengakui kebenaran isi video kekerasan berjudul "Indonesia Military Ul-Treat and Torture Indigenous Papua" yang ditayangkan YouTube dengan durasi sekitar Umat menit sejak Sabtu lalu. Ini diketahui setelah diadakan penyelidikan oleh TNI, Kementerian Pertahanan, dan Kemenko Polhukam.
"Ada tindakan prajurit di lapangan yang berlebihan," ujar Djoko, didampingi Purnomo Yusgiantoro dan Agus Suhartono.
Djoko menjelaskan, berdasarkan laporan awal, korban yang berada di video itu diduga adalah pelaku penembakan karyawan perusahaan yang berada di Papua, seperti Freeport Indonesia. Korban juga diduga pelaku instabilitas keamanan di Papua.
Ketika ditanya soal identitas pelaku, Djoko enggan menjawabnya. Mantan Panglima TNI itu hanya mengatakan, penyelidikan saat ini terus dilakukan. Saat ini, sudah ada tim khusus yang menyelidiki kasus itu.
Pada Kamis lalu, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Ifdhal Kasim mengatakan, video tersebut benar. Diperkirakan, video direkam pada 12 April 2010. Sedangkan korban kekerasan didugabernama Kinderman Gire, pendeta sebuah gereja di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Korban saat ini diperkirakan sudah meninggal.
Menurut Djoko Suyanto, Presiden sangat concern dan memberikan perhatian yang cukup dalam terhadap kejadian yang ditayangkan melalui media massa itu. Persoalan kekerasan di Papua dan masalah ketimpangan sosial serta keamanan dibahas secara intensif.
Djoko menegaskan, pemerintahan Yudhoyono sangat berkomitmen membangun Papua dan mengunakan pendekatan yang berbeda dari pemerintahan sebelumnya. "Sejak beliau jadi presiden, policy terhadap Papua adalah mengedepankan aspek perekonomian dan kesejahteraan dalam mengelola pembangunan di Papua. Jadi, tidak benar bahwa seolah-olah di Papua itu negara masih melakukan operasi militer," kata Djoko.
Dia menambahkan, "Yang jelas ini sudah ditangani dan sudah ada tim khusus dan Panglima Kodam XVII/ Cenderawasih concern. Bagaimana penerapan terhadap anggota yang melakukan di luar kebijakan makro pemerintah, sudah barang tentu akan ditindaklanjuti melalui aturan-aturan yang berlaku di TNI," tegas Djoko.
Bukan OPM
Sementara itu, Ketua DPRD Puncak Jaya Nesko Wonda mengkonfirmasi, korban kekerasan TNI di video itu adalah Warga sipil. "Itu warga sipil biasa, bukan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). Lokasinya juga di sekitar wilayah di Tingginambut, tapi belum tahu di kampung mana," kata Ncsko kemarin, sebagaimana dilansir TempolnKraktif.
Nesko sangat menyayangkan kekerasan aparat keamanan itu. "Aksi kekerasan ini mengesankan semua warga Puncak Jaya dicap sebagai separatis. Jika menganggap warga Puncak Jaya juga warga Indonesia, kenapa masih selalu mengedepankan kekerasan? Aksi kekerasan ini jelas semakin membuat luka hati orang Papua, khususnya warga dj Puncak Jaya," terangnya, tb.

Terjadi pada : 23 Oct 2010

Kecelakaan hebat terjadi di Jalur Linkar Kaliwungu, satu orang meninggal di tempat kejadian

Oleh adminkendal

Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur lingkar Kaliwungu, kecelakaan ini terjadi tadi malam 9/5 sekitar jam 21.30 Wib di depan Pom Bensin Mororejo jalur lingkar Kaliwungu yang melibatkan mobil Daihatsu Xenia W 1312 AI yang dikemudikan ROCHMAT, 42th warga Kelurahan Kejaksan 04/06 Cirebon dengan Isuzu Panther AD 9431 SE yang dikemudikan SUPONO, 39th warga Duyungan Rt.10, Sidoarjo, Sragen.
Berdasarkan keterangan yang didapat dari tempat kejadian, kronologis kecelakaan bermula ketika mobil Isuzu Panther AD 9431 SE berjalan dari arah timur, tiba-tiba berhenti mendadak dilajur tengah tepatnya di depan Pom Bensin Mororejo, jalur lingkar Kaliwungu karna mesin mati akibat air radiator habis, kemudian seluruh penumpang turun, salah satu penumpang mengambil air di Pom Bensin dan diberikan pada pengemudi (SUPONO). Saat pengemudi Panther mengisi air radiator itulah tiba-tiba dari arah belakang datang sebuah mobil Daihatsu Xenia W 1312 AI yang dikemudikan ROCHMAT dengan kecepatan cukup tinggi, pengemudi Xenia berusaha mengerem dan banting setir kekiri, namun karna jarak terlalu dekat pemnemudi Xenia tidak bisa menguasai mobilnya dan menyambar penumpang Panther yang sedang memberi peringatan di belakang mobil dan kemudian menabrak mobil Panther tersebut. Benturan keras terjadi, mobil Xenia menabrak mobil Panther dari belakang persis ditengah bemper hingga mobil Panther terpental kurang lebih 30 meter dari titik tabrak dan kemudian terjungkal masuk ke sawah, pengemudi Panther yang sedang mengisi air radiator tidak sempat menghindar, badannya terseret mobil Panther ikut masuk ke sawah dan posisinya tertindih mobil hingga meningal dunia di Tempat Kejadian. Mobil Xenia mengalami kerusakan serius pada bagian depan ringsek, mobil Panther mengalami kerusakan dibagian belakang dan depan.
Beberapa saat kemudian Petugas dari Sat Lantas Polres Kendal tiba di tempat kejadian dan langsung melakukan TPTKP dipimpin langsung Kasat Lantas dan Kanit Laka, Unit Laka langsung melakukan evakuasi Korban, dua korban luka berat (penumpang Panther) dan pengemudi Xenia langsung dilarikan ke RSUD Dokter Swondo Kendal dengan mobil patroli Lantas, petugas dari Sat lantas lainnya melakukan pengaturan arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan, pada pukul 22.45 wib Kapolres Kendal bersama Waka Polres datang melakukan pengecekan tempat kejadian. Korban meninggal tergencet mobil (SUPONO) baru bisa dievakuasi sekitar pukul 00.30 setelah mobil Panther ditarik sedikit oleh Truk yang sedang melintas, kemudian jasat korban segera dilarikan ke RSUD Suwondo dengan mobil Ambulance Sat Lantas.
Diperkirakan, Kecelakaan ini terjadi diakibatkan karna kelalaian atau ketidak hati-hatian dari Pemngemudi mobil Xenia yang tidak konsentrasi terhadap situasi jalan di depannya.

Terjadi pada : Senin, 10-Mei-2010, 16:40:41

Polres Bandara Cengkareng Telusuri Izin Demo Massa Bendera

Jakarta - Massa dari LSM Bendera belum memiliki izin dari polisi untuk menggelar unjuk rasa di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten terkait kepergian anggota BK ke Yunani. Polres Bandara pun akan menelusuri izin demo Bendera tersebut.
"Kami mau menelusuri itu kenapa bisa. Apa ada izin mereka. Mereka ada izin atau tidak," kata Kapolres Bandara Kombes Pol Tornagogo di lokasi, Sabtu (23/10/2010).
Tornagogo membantah pihaknya telah kecolongan dengan adanya unjuk rasa Bendera tanpa izin tersebut. Menurut Tornagogo, semua orang punya hak untuk menyampaikan pendapatnya. Namun khusus untuk di bandara sendiri memang ada larangan untuk berunjuk rasa.
"Kita kan harus menjaga keamanan bandara karena bandara kan untuk umum. Tapi kami tidak mau berpolemik. Ini kan bandar udara tempat semua orang. Kita semua ingin bandara ini aman dan nyaman," jelasnya.
Sebelumnya massa dari LSM Bendera tiba-tiba muncul di terminal 2D. Mereka berunjuk rasa sekalian melakukan sweeping kepada anggota BK yang hendak studi banding ke Yunani.
Setelah selama sejam beraksi, akhirnya massa pun membubarkan diri. Massa sempat melakukan negosiasi dengan Polres Bandara. Awalnya massa menolak bernegosiasi. Namun akhirnya massa mau dibujuk agar bernegosiasi.
Massa diperbolehkan mengutarakan aspirasinya di bandara dan setelah itu bubar. Sementara itu, hingga pukul 15.00 WIB, anggota BK tidak tampak di terminal 2D.

Terjadi pada : Sabtu, 23/10/2010 16:09 WIB

Selasa, 19 Oktober 2010

the story of street children who repent

one day in a small town there is a child is a child who is always in fear in his town he always fights premises older children than on him and he can always win against him but the lesson is very bad so he did not go up the classroom and out of town it.
The new city he visited he stayed with his new family he did not know anyone in town that he just thinks that "I'm very lazy here because there is not anything interesting to try or anything else". when he saw children at the school he think that his friends are weak and can not do anything because they are weak and not strong enough to do the fights but from there he will learn one important thing is not that power he needs to fight or find a problem with other people but to protect people from harm opy who threatened him even though we do not know that person so he was determined to not clench his hands until the end of his life and live as better people than her former are always filled with problems and fight again because it is his promise to one person whom he considers important in his life.